Vaginitis Adalah Peradangan Vagina Pada Wanita

Sahabat helobray.com – Vaginitis adalah nyeri dan pembengkakan (peradangan) pada wanita. Bukan infeksi menular seksual (IMS) akan tetapi seks atau foreplay juga dapat memicu beberapa infeksi menular seksual (IMS). Vaginitis adalah peradangan infeksi atau non infeksi dari mukosa vagina, terkadang dari peradangan vulva. Gejala vaginitis adalah berupa keputihan, iritasi, pruritus dan eritema. Diagnosisnya dengan melakukan pengujuan cairan pada vagina.

Penanganan bisa diarahkan pada penyebab dan pada setiap gejala yang berat. Vaginitis bisa digambarkan secara medis sebagai iritasi atau peradangan pada vagina. Vaginitis adalah penyakit yang sangat umum yang menyerang jutaan wanita setiap tahunnya. 3 infeksi yang paling umum adalah Bacterial Vaginosis (BV), kandida vaginitis (infeksi jamur dan Trichomoniasis (Trich).

Apa Itu Vaginitis?

Vaginitis adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan berbagai gangguan yang dapat menyebabkan infeksi atau radang vagina. Iritasi dari bahan kimia dalam spray atau bahkan pakaian yang bersentuhan dengan area yang dapat menyebabkan vaginitis. Dalam beberapa kasus, vaginitis terjadi akibat organisme yang lewat antara pasangan seksual, kekeringan vagina dan kurangnya hormon estrogen.

Penyebab Dari Vaginitis Secara Umum

Vaginitis memiliki berbagai penyebab. Kemungkinan disebabkan oleh infeksi bakteri, infeksi jamur, infeksi protozoa, dermatitis kontak atau bahkan reaksi alergi. Vaginitis mempengaruhi jutaan wanita dan merupakan salah satu alasan utama setiap wanita untuk melakukan konsultasi dengan dokter. Trichomoniasis ditularkan secara seksual, akan tetapi infeksi vaginitis lainnya biasanya tidak ditularkan secara seksual. Vaginitis dapat disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS) seperti:

• Trichomoniasis (disebabkan oleh parasit kecil).

• Chlamydia (disebabkan oleh bakteri).

• Herpes genital (disebabkan oleh Herpes Simpleks Virus atau HSV).

Namun kemungkinan juga vaginitis akan disebabkan oleh:

• Sariawan (infeksi jamur yang umumnya menyerang vagina).

• Bacterial Vaginosis atau BV (infeksi bakteri pada vagina).

• Zat kimia dalam gel, sabun atau spermisida.

• Douching.

Vaginitis umumnya dapat didiagnosis dengan menjelaskan gejalanya pada dokter. Anda juga bisa melakukan tes atau pengujian dan penanganan hingga operasi. Karena vaginitis memberikan beberapa gejala khusus, maka tidak dapat mendiagnosisnya dengan hanya melakukan pemeriksaan secara rutin saja.

Baca juga artikel kesehatan lainnya di gogomall.co.id seperti, pantangan syaraf kejepit yang harus dihindari dan solusinya disini.