Peraturan OJK Tentang Fintech Gagal Bayar

Mengambil kredit melalui pinjaman online atau fintech memang memberikan keuntungan tersendiri. Namun disisi lain, banyak borrower (penerima pinjaman) yang tidak bisa menepati janjinya, yaitu membayar cicilan tepat pada waktunya.

Peraturan OJK Tentang Fintech Gagal Bayar

Dalam peraturan OJK dan AFPI sendiri, telah dikeluarkan peraturan mengenai nasabah fintech yang gagal bayar. Borrower yang mengalami gagal bayar pun harus menanggung konsekuensi atas tindakannya tersebut. Berikut adalah konsekuensi yang akan didapatkannya.

Bunga Kredit yang Membengkak

Kredit pada Fintech Indonesia konvensional memang menggunakan prinsip bunga. Dimana pada kredit yang anda ambil, pembayaran angsuran pokok akan ditambahkan dengan beban bunga. Apabila setiap bulan anda tidak membayar cicilan tersebut, yang ada bunga akan semakin membengkak.

Penagih Kredit yang Mengintimidasi

Konsekuensi selanjutnya yang mungkin terjadi adalah perlakuan debt collector saat menagih utang. Mereka akan merasa jengkel dengan menunjukkan sikap yang mengintimidasi si peminjam agar cepat membayar angsuran.

Namun tindakan debt collector seperti itu sebagian besar dilakukan oleh pinjol illegal. Saat ini, OJK telah mengeluarkan peraturan mengenai penagihan kredit, yang mana penagih harus menunjukkan sertifikat dan surat tugas penagihan.

Risiko Informasi Diri Disebarluaskan

Beberapa Fintech Indonesia dalam kategori illegal seringkali menunjukkan tindakan yang sewenang-wenang. Salah satunya, apabila si peminjam tidak segera membayar cicilan, informasi data diri akan disebarluaskan di media sosial.

Masuk dalam Blacklist Kredit

Konsekuensi terbesar yang terjadi jika peminjam tidak cepat bayar angsuran adalah akan terkena blacklist kredit dari BI. Dimana identitas anda secara otomatis akan terlacak sebagai orang yang pernah mengalami gagal bayar.

Hal ini akan berdampak seumur hidup, dan si peminjam yang menunggak nantinya tidak akan bisa lagi mengambil kredit apapun. Baik itu kredit uang, kredit rumah, kredit alat elektronik ataupun jenis-jenis kredit lainnya.

Jika dipikir-pikir, perlakuan debt collector yang seringkali menjengkelkan memang cerminan dari si peminjam uang. Jikalau peminjam tidak tepat waktu, maka konsekuensi berat akan menanti. Temukan informasi lainnya seputar fintech hanya di Dunia Fintech.