Kelebihan dan Kekurangan Investasi di Bidang Properti

Melakukan investasi tentu tidak hanya soal kelebihan saja tapi juga ada dari sisi kekurangan, apalagi jika Anda kurang paham strategi melakukan investasi di bidang ini. Investasi properti cukup banyak diminati oleh masyarakat karena memberikan keuntungan yang cukup menggiurkan. Ada banyak pula pilihan properti yang bisa dijadikan investasi, salah satunya di daerah Bandung Timur. Dimana salah satu kelebihan investasi di sini adalah lokasinya yang cukup strategis.

Untuk Anda yang baru bergabung di investasi properti, berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan ketika investasi properti yang wajib diketahui.

Kelebihan

1. Terlihat Secara Fisik

Perlu diketahui, untuk investasi di bidang properti tentu saja memang terlihat secara fisik. Anda bisa memiliki sebuah apartemen, perumahan atau apapun di bidang properti. Berbeda dengan investasi saham dimana fisiknya tidak terlihat.

Hal ini yang membuat investasi di bidang properti cukup menggiurkan dan disukai oleh investor, terutama orang-orang yang memiliki modal besar.

Investasi properti disebut-sebut sangat berpotensi untuk terus naik dari waktu ke waktu. Apalagi masyarakat tentu saja membutuhkan hunian dan lahan yang peminatnya terus meningkat. Bahkan Anda ketika investasi lewat modal yang dipinjam, modal ini bisa cepat kembali jadi tidak perlu khawatir akan merugi.

2. Passive Income

Melakukan investasi di bidang properti menjadi salah satu pasif income. Misalnya saja Anda membeli sebuah properti apartemen, apartemen tersebut tentu bisa anda sewakan untuk mendapatkan keuntungan.

Keuntungan tersebut masih bisa anda gandakan dengan membeli kembali properti yang kemudian disewakan lagi. Sehingga keuntungan Anda terus naik dan berlipat.

Namun perlu diketahui bahwa salah satu tips untuk mendapatkan properti yang banyak di sewa oleh orang adalah dengan memilih lokasi properti yang strategis dan didukung dengan fasilitas yang lengkap. Selain itu, sewa apartemen dengan harga terjangkau sangat disukai masyarakat terutama untuk para milenial yang ingin sewa apartemen harian atau bulanan.

3. Sebagai Penjamin

Kebutuhan dana untuk setiap orang tentu berbeda-beda. Ada kalanya seseorang membutuhkan dana untuk sesuatu yang besar sehingga akhirnya membutuhkan pinjaman uang. Ketika Anda sebelumnya sudah memiliki properti, properti tersebut bisa menjadi sarana untuk jaminan dalam meminjam uang. Baik kebutuhan modal usaha ataupun lainnya.

Status kepemilikan Anda pada sebuah properti, bisa dijadikan jaminan yang tepat untuk mengajukan pinjaman ke bank. Bank biasanya akan mempermudah pinjaman Anda jika memiliki jaminan yang bagus seperti ini.

4. Tidak Berpengaruh Pada Inflasi

Hal menarik investasi properti adalah investasi pada sebuah bangunan maka harga properti tersebut tidak akan berpengaruh pada pasar. Alasannya tentu saja karena kenaikan harga properti lebih tinggi dibanding inflasi setiap tahun.

Berbeda dengan jika Anda melakukan investasi di bidang saham atau instrumen investasi lainnya, yang  tentu saja akan berpengaruh pada inflasi yang terus naik turun di pasar.

5. Resiko Rendah

Investasi properti dinilai memiliki resiko yang cukup rendah. Alasannya karena nilai pada properti tidak setinggi dan sensitif pada investasi saham. Maka dari itu investasi properti cocok bagi Anda yang tidak ingin ambil resiko tinggi pada investasi.

Investasi jenis ini, juga cenderung memiliki pasar yang lebih stabil dibanding pasar lainnya. Jadi ketika investasi dengan meminjam modal maka Anda sebagai investor dapat mengembalikan modal lebih cepat.

Kekurangan

1. Modal Yang Disiapkan Besar

Beli sebuah properti adalah hal mudah bagi Anda yang memiliki modal besar. Namun jadi sulit jika anda tidak punya banyak dana. Sebaiknya menabung uang terlebih dahulu sampai dananya cukup untuk membeli sebuah properti.

Meski investasi properti membutuhkan dana yang besar, tapi sebanding dengan modal yang anda keluarkan. Bahkan keuntungannya jauh lebih besar dari modalnya.

2. Ada Biaya Perawatan

Investasi properti fisiknya adalah sebuah bangunan, di mana Anda membutuhkan biaya tambahan berupa biaya perawatan untuk bangunan tersebut. Karena bangunan yang tidak dirawat maka saat akan dijual kembali atau akan disewakan maka tidak ada yang tertarik pada properti tersebut.

Biaya perawatan meliputi rehab untuk genteng yang bocor, atur yang sudah usang, kayu yang rapuh dan masih banyak lagi.

3. Ada Resiko Bencana

Kekurangan lainnya pada investasi di bidang properti adalah Anda tentu tidak bisa menghindarkan bangunan yang dimiliki dari bencana alam. Seperti misalnya bencana banjir hingga gempa, ini adalah hal-hal yang memang tidak bisa dihindari dan harus diperhitungkan resikonya sejak memutuskan membeli sebuah properti.

Salah satu cara untuk meminimalisir kerugian tersebut adalah dengan memilih lokasi properti yang strategis dan memang aman dari bencana. Misalnya memilih properti yang bukan langganan daerah banjir. Dengan begitu Anda bisa menekan resiko yang ada meski bencana alam lainnya tentu saja tidak bisa dihindari karena hal tersebut adalah kuasa Tuhan.

Itu tadi beberapa kelebihan dan kekurangan saat investasi properti yang wajib Anda. Hal-hal seperti ini tentu sangat penting diketahui terutama bagi pemula yang baru terjun di bidang investasi properti.

Di mana meski investasi di bidang ini menjanjikan, tapi selalu ada kelebihan dan kekurangan pada setiap jenis investasi yang dipilih. Bagi yang sedang mencari sebuah properti terbaik untuk sarana investasi, Anda wajib mengunjungi situs properti Indonesia di Rumah.com.

Rumah.com akan menawarkan berbagai pilihan properti untuk Anda dengan harga properti yang disesuaikan dengan harga pasar saat ini. Selain pilihan properti yang dijual, Rumah.com juga menghadirkan properti untuk disewakan. Salah satunya adalah apartemen yang bisa anda sewa, pilihan apartemennya juga sangat banyak baik di area ibukota, Jawa dan di berbagai provinsi yang ada di Indonesia.