Keamanan Deposito di Bank BPR Indonesia

Deposito BPR merupakan produk simpanan berjangka yang berasal dari Bank Perkreditan Rakyat yang mempunyai bunga yang lebih tinggi dibangdikan bunga deposito pada bank umum. Untuk jangka waktu penyimpanannya juga sampai 12 bulan. Sama halnya dengan menabung, deposito adalah sarana investasi yang bisa dibilang aman. Tapi, yang membedakan deposito dan tabungan ialah hanya pada tingginya suku bunga yang dimiliki, dimana bunga deposito lebih tinggi dibanding dengan tabungan biasa. Lalu, mengapa suku bunga BPR lebih tinggi jika dibandingkan dengan bank umum? Hal tersebut karena tingginya suku bunga yang dijamin agar BPR dapat terus bersaing dengan bank besar di dalam menghimpun dana dari masyarakat. Tidak hanya itu saja, mayoritas dari pendanaan kredit BPR yang juga disalurkan kepada sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) dikenai bunga yang bisa dibilang relatif tinggi juga. Sehingga hal tersebut ini akan berpengaruh pada pendapatan bunga yang lebih tinggi untuk dijadikan dana simpanan.

Sekeda informasi, bahwa suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI lah yang menjadi bunga acuan untuk produk perbankan, misalnya kredit dan simpanan, dan itu termasuk deposito itu sendiri. Bunga deposito bank BPR sebenarnya ada beragam, mulai dari minimal 4,75% dan maksimal 6,75%. BPR dengan cara memberi bunga deposito yang lebih tinggi, hal ini karena sebagian besar kreditnya telah disalurkan ke sektor UKM dengan menggunakan bunga kredit yang relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan bank umum. Sehingga, bunga dana yang disimpan di BPR bisa menjadi lebih tinggi jika dibandingkan bank umum. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sendiri memang telah menawarkan bunga yang tinggi. Namun meski begitu, dengan menempatkan dana di deposito Bank Perkreditan Rakyat bisa dibilang aman karena telah dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan tingkat bunga penjaminan sebesar 6,75%. Dan agar Anda bisa mempunyai rekening deposito di BPR syarat yang perlu diberikan juga cukup mudah, misalnya:

Dengan fotocopy identitas diri KTP (WNI), KITAS/Passport (WNA) perorangan. Sedangkan untuk badan usaha, syaratnya diantara lain ialah, hanya fotokopi SIUP, TDP, hingga NPWP.

  1. Dapat mengisi lengkap formulir pada aplikasi data di penempatan deposito.
  2. Meng-copy akta kelahiran.
  3. Mempunyai tabungan reguler BPR untuk membuang air.
  4. Penempatan dana yang diperoleh serta ringan ialah minimal Rp2,5 juta.

Apa Anda pernah mendengan yang dinamakan ARO? ARO yang merupakan kepanjangan dari Automatic Roll Over  adalah sebuah fasilitas yang biasanya diberikan oleh lembaga perbankan untuk produk deposito. Selain itu, simpanan berjangka yang memakai sistem ARO juga dimaksudkan untuk memperpanjang secara otomatis selama  jangka waktu tertentu. Fitur yang satu ini juga sebenarny engan sistem ARO, deposito kamu yang jatuh tempo akan diperpanjang sesuai yang tenor yang dipilih. Dengan menggunakan sistem deposito langsung yang digabung ke dalam pokok perpanjangan maupun bunga tersebut dipisah yang kemudian akan ditransfer ke rekening yang lainnya.  Tidak hanya itu saja, kelebihan dari fitur yang satu ini ialah Anda tidak perlu repot-repot untuk ke bank guna melakukan perpanjangan. Sehingga, cukup sekali saja ketika Anda akan membuka rekening deposito lalu biarkanlah  uang Anda berkembang. Anda juga harus tau bahwa ada konsekuensinya jika melakukan pencairan di deposito sebelum tanggal jatuh tempo. Seperti yang telah disebutkan di awal, jika sebenarnya deposito adalah produk perbankan yang berbentuk simpanan berjangka. Yang di mana pencairan dananya baru bisa dilakukan ketika tanggal jatuh tempo.

Tapi, hal tersebut bukan berarti para nasabah yang ingin mencairkan dana sebelum jatuh tempo, tidak bisa menarik dananya.  Tentu saja masih bisa. Tabungan deposito bisa dicairkan, namun memiliki konsekuensi juga yang harus diterima oleh deposan. Selain itu, biasanya bank akan memberlakukan biaya yang penalti bagi deposan yang mencairkan dana sebelum jatuh tempo. Selain itu, ada juga bank yang memberlakukan hangusnya bunga deposito atau bunga deposito tidak dibayarkan. Semua hal tersebut tergantung pada kebijakan perusahaan. Dan juga sebagai salah satu instrumen pasar uang, deposito pun dapat dibilang paling terkenal akan keamanannya. Tapi, masih ada pajak deposito lain di dalamnya. Besaran bunga yang dikenakan oleh bunga deposito BPR, ialah sebesar 20% untuk nilai deposito yang ada di atas Rp7,5 juta. Itu berarti, total deposito serta bunga yang diterima tidaklah bulat, namun sudah dikurangi dengan pajak.