Fintech Syariah, 6 Perbedaan dengan Sistem Konvensional

Kemajuan teknologi turut andil dalam perkembangan industri financial technology. Dalam fintech syariah, awal mula kemunculannya untuk menjawab pasar muslim berdasarkan prinsip Islam.

Perbedaan Fintech Syariah  dan Konvensional

Secara garis besar terdapat perbedaan untuk industri fintech syariah jurnal yang berbentuk syariah dan konvensional. Simak beberapa perbedaan yang tidak terdapat di sistem konvensional berikut ini:

Akad Mudharabah

Pemilik modal dan peminjam dana akan membuat perjanjian untuk menyepakati berapa besaran keuntungan yang akan dibagi. Namun, jika ada kerugian, maka tanggung jawab berada pada pemilik modal.

Akad Musyarakah

Setiap pihak memiliki kontribusi dana modal dan akan menentukan besaran keuntungan yang dibagi rata di awal perjanjian. Ketika terjadi kerugian, maka kedua belah menanggungnya.

Al-bai

Akad al-bai ini transaksi jual beli yang melibatkan perpindahan hak milik dari objek yang dipertukarkan. Melalui harga yang telah ditetapkan.

Ijarah

Sedangkan ijarah merupakan perpindahan hak guna sebuah barang maupun jasa dalam waktu tertentu. Pemilik baru mendapatkan hak dan membayar upah tertentu.

Wakalah Bi Al Ujrah

Wakalah bi al ujrah merupakan akad pihak yang memberikan kuasa kepada pihak lain untuk melakukan tindakan. Sedangkan pihak yang menerima kuasa akan menerima imbalan tertentu.

Qard

Akad ini mengatur penyaluran dana dengan aturan bahwa penerima harus mengembalikan uang pada waktu dan cara yang telah disepakati.

Itulah beberapa Fintech syariah memberikan manfaat dengan tetap menjalankan prinsip agama Islam. Ketahui sebab dan akad yang diberikan setiap Fintech yang hendak anda gunakan, agar tetap berada di jalur yang diperbolehkan dalam Islam.