Fasilitas Wisata Untuk Difabel yang Harus Ada di Destinasi Wisata

Setiap orang berhak untuk menikmati destinasi wisata yang ada di sekitarnya terlepas dari kondisi fisik yang dialami. Untuk mengakomodir kebutuhan teman difabel saat berwisata, pengelola tempat wisata harus menyediakan fasilitas wisata untuk difabel yang memadai.

Tempat wisata yang sudah mempunyai fasilitas untuk difabel dikenal dengan nama ramah difabel. Tempat yang ramah difabel artinya pada pembangunan fasilitas dan desainnya sudah mempertimbangkan kebutuhan penyandang disabilitas.

5 Fasilitas Wisata Untuk Difabel yang Wajib Ada di Spot Wisata

1. Petugas yang Menguasai Bahasa Isyarat

Salah satu persyaratan suatu tempat wisata dapat disebut sebagai destinasi wisata ramah difabel adalah keberadaan petugas yang menguasai bahasa isyarat. Petugas yang menguasai bahasa isyarat akan sangat membantu para teman tuli untuk tetap memperoleh petunjuk dan bantuan yang mereka butuhkan.

2. Desain Khusus untuk Loket Tiket

Banyak pengelola tempat wisata yang mungkin tidak menyadari bahwa pengunjung dengan kebutuhan khusus seperti pengguna kursi roda akan sangat kesulitan jika harus mengantri di loket tiket yang umum disediakan.

Hal ini karena desain pada loket tiket tersebut pada umumnya sangat sempit karena dibatasi oleh barrier di sisi kanan dan kirinya. Kondisi pembatas yang sempit dan berliku tersebut akan menyulitkan pengguna kursi roda untuk bergerak di dalamnya.

Agar tercipta destinasi wisata ramah difabel, sebaiknya sediakan loket wisata khusus di sisi paling depan pintu masuk yang tidak memiliki barrier di salah satu sisinya. Dengan loket yang lebih lebar akan memudahkan pengguna kursi roda untuk mengantri.

3. Toilet Khusus untuk Kaum Difabel

Salah satu fasilitas umum untuk disabilitas yang sayangnya paling sering dilupakan adalah keberadaan toilet khusus untuk kaum difabel. Kebanyakan toilet umum di tempat wisata berukuran sempit dan licin sehingga akan sangat menyulitkan pengunjung difabel.

Desain toilet khusus untuk difabel mengikuti Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 60 tahun 2006. Di dalam Permen PU telah diatur bahwa kriteria toilet ramah haruslah memiliki pintu berukuran 1,5 meter. Pintu toilet juga berupa pintu geser agar tidak membahayakan pengunjung difabel.

Ruangan di dalam toilet juga harus lebih besar untuk memungkinkan pengguna kursi roda agar dapat bergerak di dalamnya. Lantai toilet juga biasanya dibuat dengan tekstur yang kasar agar tidak licin.

Di pinggiran dinding toilet dilengkapi oleh pegangan atau rambatan agar pengunjung difabel dapat bergerak dengan aman. Tempat duduk kloset juga memiliki ketinggian yang setara dengan kursi roda yakni antara 45 hingga 50 cm. Posisi wastafel, shower dan tisu juga harus ditata semudah mungkin digapai.

4. Terdapat Ramp

Keberadaan ramp bisa dikatakan menjadi salah satu fasilitas wajib yang harus dibangun di tempat ramah difabel. Jalur ramp bisa digunakan baik oleh pengguna kursi roda maupun penyandang difabel lainnya. Kemiringan pada bangunan ramp maksimal sebesar 7 derajat agar tidak menyulitkan pejalan di atasnya.

Panjang jalur ramp juga tidak boleh lebih dari 9 meter. Apabila jalur ramp lebih dari 9 meter, maka setiap 9 meter harus dibangun tempat peristirahatan agar pengguna kursi roda dapat berhenti beristirahat sejenak. Permukaan jalur ramp juga harus dibuat bertekstur kasar supaya tidak licin meski terkena air hujan.

Pada bagian tepian ramp juga dilengkapi oleh pagar pengaman. Pagar ini selain mengamankan pengguna ramp juga bisa menjadi pegangan bagi para difabel.

5. Parkir Kendaraan Khusus Difabel

Fasilitas selanjutnya yang harus ada adalah parkir kendaraan khusus difabel. Parkir ini harus diletakkan sangat dekat dengan lokasi pintu masuk ke dalam tempat wisata. Kamu tentu sudah cukup sering melihat simbol kursi roda digambar di areal dekat pintu masuk sebuah gedung bukan?

Areal inilah yang diperuntukkan untuk kendaraan para difabel. Karena umumnya para difabel membutuhkan bantuan kaki palsu ataupun tongkat untuk berjalan, maka lokasi parkir ini memang diletakkan dekat pintu masuk dengan maksimal jarak sekitar 60 meter.

Fasilitas wisata untuk difabel sangat berguna untuk membantu para penyandang disabilitas agar tetap dapat menikmati wisata dengan aman dan nyaman. Fasilitas difabel haruslah memenuhi peraturan yang telah ditetapkan agar memenuhi standar.